"Kita rencanakan di Batu Pantun nanti. Di kafe Batu Pantun itu nanti kita pos untuk ticketing," ungkapnya.
Selain Gunung Karang, sejumlah destinasi di kawasan sekitar juga akan diintegrasikan. Aay menyebut, Karang Bentang saat ini telah memiliki fasilitas MCK dan lahan untuk berkemah.
Sedangkan Gunung Balai masih dalam tahap persiapan dan diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini.
"Kita akan garap, kita siapkan juga fasilitas di sana. Mungkin mudah-mudahan di akhir tahun sudah bisa beroperasi untuk Gunung Balai," katanya.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, reaktivasi Gunung Karang dilakukan karena kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang besar. Selain lokasinya yang tidak jauh dari pusat pemerintahan, Gunung Karang juga memiliki nilai estetika dan sejarah.
"Alhamdulillah, dapat kami sampaikan sore hari ini, saya bisa hadir di tengah-tengah hutan yang cukup luar biasa. Nilai estetikanya luar biasa, dan nilai sejarahnya juga luar biasa," kata Eman.
Eman menilai potensi Gunung Karang selama ini belum tergali secara maksimal. Karena itu, Pemerintah Daerah bersama pemerintah kecamatan, masyarakat, para sesepuh, dan pegiat budaya berkomitmen untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut.
"Hari ini saya dengan Pak Ketua Komisi 3, kemudian Pak Dewan dari Komisi 4, hadir bersama-sama memenuhi undangan Pak Camat, memenuhi undangan para kesepuhan, para pegiat budaya, di mana hari ini kita bersepakat berkomitmen untuk melakukan reaktivasi kembali Gunung Karang," ujarnya.
Langkah awal yang akan dilakukan yakni menata kawasan, terutama dari sisi kebersihan dan estetika. Eman bahkan berencana memboyong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan kerja bakti bersama di Gunung Karang.
"Jangka pendeknya kita ingin menata kebersihannya, sekaligus untuk membuat estetikanya kelihatan. Hari Jumat, dari semua OPD akan saya bawa ke sini," ungkapnya.