Menurut Eman, pembenahan tidak hanya dilakukan pada kawasan wisata, tetapi juga akses menuju Gunung Karang. Saat ini terdapat tiga jalur yang dapat digunakan untuk menuju lokasi, yakni melalui Pancurendang, Pancurendang Landeuh, dan Simpur.

Namun, kondisi sejumlah akses tersebut dinilai masih kurang baik. Karena itu, Pemerintah Daerah berencana melakukan pembenahan secara bertahap.

"Yang namanya tempat wisata tidak akan mungkin ramai kalau aksesnya jelek, terutama akses jalan," katanya.

Eman menegaskan Pemerintah Daerah akan terus mendukung pengembangan Gunung Karang agar akses menuju destinasi tersebut semakin mudah bagi wisatawan.

"Yang penting komitmen pemerintah daerah harus terus mendukung dan bagaimana akses wisata itu harus betul-betul mudah dan tidak ada kesusahan bagi masyarakat yang ingin menikmati tempat Gunung Karang ini," imbuhnya.

Eman menyebut pengembangan Gunung Karang juga akan melibatkan masyarakat melalui skema Perhutanan Sosial. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan tanpa menghilangkan fungsi tutupan lahannya.

"Kita kerja sama nanti dengan teman-teman KTNA. Ini kan tanahnya bukan tanah milik pribadi, milik masyarakat lah, tapi ada di wilayah penguasaan Pak Ketua KTNA. Ini kan Perhutanan Sosial," jelasnya.

Dengan reaktivasi tersebut, Eman berharap Gunung Karang dapat menjadi salah satu pilihan wisata masyarakat, khususnya karena lokasinya yang relatif dekat dengan pusat Kota Majalengka.

"Potensi yang tidak jauh dari pusat kota ini luar biasa," pungkasnya.