Selain letusan, aktivitas vulkanik Semeru pada periode tersebut juga tercatat berupa 13 kali guguran, 15 kali hembusan, dan 16 kali tremor harmonik.

"Letusan terjadi 22 kali selama enam jam. Status masih siaga," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Agastaya Rajendra dalam laporan tertulis, dilansir NadiKabar, Minggu (20/9/2026).

Seiring masih tingginya aktivitas vulkanik tersebut, petugas mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.