NADIKABAR.COM — Warga menyambut baik rencana penyambungan Jalan Arteri Pulogadung-Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut). Jalan yang telah direncanakan sejak 2006 itu diharapkan segera rampung agar dapat mengurai kemacetan hingga mengurangi pengendara yang nekat melawan arus.

Salah seorang warga, Syarif (29), mengaku bersyukur setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau rencana kelanjutan pembangunan jalan tembus tersebut. Dia berharap proyek itu bisa segera diselesaikan.

"Ya alhamdulillah ya, akhirnya setelah 20 tahun lebih tidak diperhatikan, Bapak Gubernur Pramono kemarin ke sini niatnya mau menyelesaikan proyek pembangunan jalan tembusan itu. Dengar-dengar akan selesai tahun 2027 ya? Semoga cepat deh biar nggak macet terus," kata Syarif saat ditemui di kawasan Puogadung, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Syarif, belum tersambungnya jalan tersebut membuat pengendara harus memutar ketika hendak menuju kawasan Terminal Pulogadung. Kondisi itu membuat sebagian pengendara sepeda motor memilih melawan arah untuk memangkas waktu perjalanan.

"Iya, cukup merasakan ya. Bahkan banyak pengendara roda dua yang maksa buat lawan arus. Kayak mau ke Terminal Pulogadung itu muter jauh, cuma kalau lawan arus di sini jadi cepat," ujarnya.

Dia menilai kebiasaan melawan arah tersebut tidak hanya berpotensi memperparah kemacetan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, perselisihan antarpengendara juga terkadang terjadi akibat aksi tersebut.

"Ada saja pasti (kecelakaan). Berantem juga sama yang lawan arah," tuturnya.

Syarif mengatakan perjalanan melalui jalur memutar sebenarnya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Namun, kondisi tersebut kerap merepotkan warga, terutama saat sedang terburu-buru.

Karena itu, dia berharap penyambungan jalan arteri tersebut segera direalisasikan sehingga jarak dan waktu tempuh menjadi lebih singkat.