NADIKABAR.COM — Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi dengan tinggi letusan mencapai 900 meter di atas puncak pada Selasa pagi.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Menurut dia, kolom abu vulkanik Semeru teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
"Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 135 detik," tuturnya.
Sebelumnya pada pukul 02.03 WIB terjadi erupsi dengan visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut, namun terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 142 detik.
Sigit menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga.
Dengan status Siaga tersebut, masyarakat pun tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.