Totok menuturkan, upaya mitigasi tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan potensi bencana di kawasan Gunung Sumbing. Terlebih, kondisi kekeringan dan ancaman krisis air bersih juga menjadi perhatian di wilayah Temanggung.

Ia mengimbau masyarakat dan calon pendaki mematuhi penutupan jalur, tidak memaksakan diri beraktivitas di kawasan gunung, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari petugas.

Kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak diharapkan dapat menekan risiko penyebaran karhutla, sekaligus melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian hutan Gunung Sumbing.