"Penyebab kebakaran masih didalami, dengan dugaan awal berkaitan dengan aktivitas perburuan liar Rusa Timor," tuturnya.
Kemudian lanjut Abdul, pada 3 September 2026, titik api juga ditemukan di Kadondo, SPTN Wilayah I Kore, dengan total luas terdampak sekitar 2,32 hektare. Sebanyak 14 orang petugas dikerahkan untuk melakukan pemadaman api. Pada lokasi ini, kebakaran terjadi diduga disebabkan oleh rambatan api dari pembakaran lahan pertanian warga.
"Dugaan sementara, api merupakan rambatan dari aktivitas pembersihan lahan masyarakat," ujarnya.
Abdul mengungkapkan, kebakaran kembali terjadi pada Jumat (4/9/2026) kemarin di jalur pintu Walet Timur Oi Hodo, SPTN wilayah II Pekat. Pada lokasi ini, 332,50 hektare lahan dilahap dilalap si jago merah.
Lagi-lagi, Balai TN Tambora menduga kebakaran disebabkan oleh rambatan api dari pembakaran lahan pertanian warga. Beruntung api berhasil dipadamkan setelah 16 orang petugas gabungan mulai dari personil balai, mitra serta mahasiswa dikerahkan.