"Secara keseluruhan, luas sementara areal terdampak dari ketiga kejadian tersebut diperkirakan mencapai 734,82-834,82 hektare. Angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut melalui pengukuran dan pemetaan lapangan," jelasnya.

Abdul menegaskan jajaran Balai TN Tambora akan terus memperkuat patroli, deteksi dini hotspot, mopping up, pemantauan areal bekas terbakar, serta pendalaman terhadap penyebab kebakaran, khususnya yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas manusia.

Balai Taman Nasional Tambora mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta bersama-sama menjaga kawasan dari ancaman Karhutla.

"Seluruh jajaran terus bekerja untuk melindungi hutan Tambora sekaligus masyarakat di sekitarnya. Api mungkin dapat padam dalam hitungan jam atau hari, tetapi dampaknya terhadap ekosistem dapat berlangsung jauh lebih lama. Jangan karena kepentingan sesaat, kita mengorbankan hutan yang menjadi sumber kehidupan banyak orang," ucapnya.