Satu hal yang sering memancing rasa penasaran pembeli adalah warna minyak gorengnya yang cenderung gelap. Taufik dengan cepat meluruskan anggapan bahwa minyak tersebut kotor. Menurutnya, warna itu muncul karena racikan bumbu rahasia yang sengaja dicampurkan ke dalam minyak demi menjaga tekstur dan rasa otentik bapiah.

"Minyaknya pakai yang bagus, cuman kita pakai bumbu lagi," ujarnya meyakinkan.

Setiap hari, Taufik bersama istrinya mampu memproduksi sekitar 200 keping bapiah. Dengan harga Rp9.000 per buah, pelanggan bisa memilih varian rasa original yang gurih atau versi pedas yang menggugah selera.

"Sehari sekarang paling 200 pcs, dijual Rp9.000," pungkasnya menutup perbincangan.