NADIKABAR.COM — Sekitar seratusan murid hingga guru dua SMP Negeri di Boyolali diduga mengalami keracunan makan bergizi gratis (MBG). Dua sekolah itu masing-masing SMPN 6 dan SMPN 2 Boyolali.
"Untuk yang sakit hari ini tadi terdata 96 anak," kata Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMPN 6 Boyolali, Marsih Sri Hartini, ditemui di sekolah tersebut Jumat (21/8/2026).
Selain itu, jelas dia, juga terdapat 3 guru dan satu pegawai Tata Usaha yang mengeluhkan gejala keracunan. Marsih mengaku dirinya juga mengalami gejala keracunan.
"Gurunya ada 3, TU satu (mengalami gejala keracunan). Kebetulan saya sendiri juga tadi habis ngajar saya juga diare. Maka terus saya mendahului pulang sebentar, terus ke sini lagi," ungkapnya.
Kemudian terdapat 26 siswa yang hari ini izin tidak masuk sekolah karena sakit. Namun belum terkonfirmasi, 26 anak tersebut apakah juga mengalami gejala keracunan.
"Untuk yang izin sakit itu 26 anak, nanti besok Senin (24/8) baru kita konfirmasi apakah gejalanya sama diare," tutur dia.
Marsih mengatakan, dugaan keracunan itu diduga dari menu MBG yang disantap siswa pada Kamis (20/8) kemarin. Pagi tadi pihak sekolah mendapat laporan dan keluhan dari para siswa, bahwa mereka mengeluhkan sakit perut dan diare.
Menu yang disajikan pada Kamis kemarin yakni nasi putih, sop berisi makaroni, jamur, wortel, ayam iris. Lalu lauknya tahu pong dan buah kelengkeng.