Pihak sekolah kemudian melaporkan dugaan keracunan itu ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siswodipuran 2 yang menyuplai MBG ke sekolah tersebut. Dari SPPG yang melapor ke Dinas Kesehatan.
Pihak sekolah selanjutnya juga melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali. Petugas medis dari Puskesmas Boyolali I kemudian mendatangi SMPN 6 Boyolali dan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada siswa yang sakit.
Marsih menduga, keracunan itu berasal dari jamur dan ayamnya. Karena muncul bau dari menu tersebut.
"(Kondisi menu MBG kemarin) Yang agak itu jamur sama ayamnya. Ayam agak bau, ada baunya sama jamurnya. Jamurnya rasanya, kalau saya kemarin enggak begitu merasakan ya. Karena saya juga makan testernya, sebenarnya. Itu kan dikasih tester satu renteng. Lah, itu kan dikonsumsi guru dulu," terangnya.
"Nanti kalau misalkan mencurigakan baru tidak dibagikan. Nah, kebetulan kemarin saya mengonsumsi enggak apa-apa," sambung dia.
Menurut Marsih, ada satu kelas di SMPN 6 Boyolali yang kemarin tidak mengonsumsi MBG tersebut dan mereka semua aman. Mereka tidak mengalami gejala keracunan.
"Ada satu kelas yang kemarin tidak konsumsi, Alhamdulillah sehat semua. Kelas VIII E itu menurut wali kelasnya tidak mengonsumsi," ungkapnya.