Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelumnya memang diketahui mengandung senyawa silikia. Penelitian terhadap material erupsi sebelumnya menunjukkan kandungan silika yang cukup signifikan.
Namun, untuk mengetahui berapa kadar silika, khususnya silika kristalin yang dapat terhirup, pada erupsi kali ini, diperlukan pemeriksaan lab terhadap sampel abu yang sedang turun.
"Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mengakibatkan penurunan fungsi paru. Namun, risiko ini tentu bergantung pada komposisi abu, ukuran partikel, konsentrasi yang terhirup, serta intensitas dan lamanya paparan," sambungnya.