"Karena tidak semua, dari 2.200 penerima bantuan itu aja mulai dari gejala ringan sampai sedang lah. Artinya bahwa kita tetap praduga tidak bersalah," tambah Rudy.

Diketahui, sebanyak 150 siswa dan guru dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda usai diduga keracunan MBG pada Kamis (3/9). Mereka menjalani perawatan usai mengeluh mual, pusing, muntah hingga diare.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Toraja hingga pukul 16.10 Wita, Kamis (3/9), sebanyak 46 siswa yang dirawat di RS Sinar Kasih dan 29 siswa dilarikan ke RS Fatima. Selain itu ada sebanyak 71 siswa dan 4 guru dirawat di RSUD Lakipadada.