Sebelum adanya program ini, proses belajar mengajar di atas pukul 09.00 Wita menjadi sangat sulit. Meski jam pelajaran dijadwalkan selesai pukul 11.30 Wita, para murid sudah tidak fokus lagi menerima materi pembelajaran.

Siapa sangka, ide menghadirkan MBG mandiri senilai Rp 5.000 ini muncul dari kejadian yang tidak disengaja. Sang guru mengawali aksinya dengan membagikan buah sirsak yang dipetik dari belakang sekolah.

Momen anak-anak menikmati buah gratis yang saat itu disebut Makan Buah Gratis kemudian diunggah ke media sosial. Belakangan video itu menarik perhatian para donatur.

"Awal mulanya kami dapat buah sirsak di belakang sekolah. Setelah makan sirsak, kami upload dan nyebutnya Makan Buah Gratis atau MBG. Dari situ ada beberapa donatur yang bilang, 'nanti saya modalin untuk makanan'. Itulah awal mula kami buat program MBG Rp 5.000 ini," jelasnya.