Pelaku disebut mempertontonkan video porno hingga menyentuh bagian sensitif korban. Aksi bejat pelaku terbongkar setelah korban bercerita kepada pelatih taekwondo. Dari postingan juga disebut terduga pelaku sudah dinonaktifkan sekolah.

Boy mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban.

"Saat ini sedang dalam proses penyelidikan dan juga meminta keterangan dari para saksi dan korban. Saat ini penyidik sedang bekerja dan mohon doanya agar segera terungkap peristiwanya," tuturnya.