Temuan lima spesies hiu baru ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya ekosistem laut Tethys pada masa akhir Cretaceous. Hiu, ammonit, dan reptil laut seperti mosasaurus hidup bersama dalam rantai makanan yang kompleks.

Keberagaman spesies hiu yang ditemukan menunjukkan bahwa laut tropis purba di kawasan tersebut kemungkinan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Kondisi tersebut diperkirakan mampu menopang rantai makanan yang kompleks, mulai dari ikan-ikan berukuran kecil hingga predator laut berukuran besar.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa lapisan fosfat tempat fosil ditemukan kemungkinan tidak merekam satu periode ekosistem dalam waktu yang sangat singkat.

Fosil yang terkumpul di lapisan tersebut bisa saja berasal dari berbagai habitat dan periode waktu yang berbeda, kemudian terakumulasi secara bertahap.

Menurut peneliti, karakter fosfat pada endapan menunjukkan bahwa lapisan tersebut terbentuk dalam kondisi sedimentasi rendah tetapi masukan material biologis tinggi. Akibatnya, fosil dari berbagai periode dan relung ekologis dapat bercampur dan terawetkan dalam satu lapisan.

Secara keseluruhan, kumpulan fosil tersebut menggambarkan sebuah ekosistem laut tropis dengan produktivitas biologis tinggi dan kaya nutrisi yang berkembang di wilayah paparan laut kaya fosfat pada periode Kapur Akhir.

Dengan kata lain, jauh sebelum Mesir menjadi negeri gurun seperti sekarang, sebagian wilayahnya pernah menjadi lautan tropis yang dihuni berbagai jenis hiu dan predator laut lainnya.