Pada registrasi ulang, penerima bansos akan melalui verifikasi biometrik atau face recognition untuk memastikan identitas penerima sesuai dengan orang yang sebenarnya. Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengusulkan maupun menyanggah data sebagai bagian dari pemutakhiran data perlindungan sosial.

Untuk Sulawesi Selatan, Gus Ipul menyebut sekitar 5,7 persen masyarakat telah masuk dalam sistem Perlinsos Digital. Karena itu, ia mendorong percepatan perluasan cakupan di daerah tersebut.

"kita punya target akhir tahun sudah lebih 50 persen. Itu perlu gotong royong, jadi ini yang perlu kita perkuat," katanya.

Gus Ipul pun mengajak RT/RW bersama pemuda, organisasi masyarakat, komunitas perempuan, TNI dan Polri, serta berbagai unsur masyarakat lainnya bergotong royong memperbanyak Agen Perlinsos dan memperluas jumlah warga yang masuk dalam Perlinsos.

"Semakin banyak Agen Perlinsos yang kita harapkan. Yang kedua semakin banyak masyarakat yang bisa masuk ke dalam sistem Perlinsos kita," ujarnya.

Pada acara tersebut, Gus Ipul juga mengajak ribuan ketua RT/RW Makassar Deklarasikan 08 Komitmen Agen Perlinsos. Komitmen tersebut antara lain menjadi bagian dari Gerakan Nasional Peduli Tetangga, mencari dan menjangkau warga yang membutuhkan, membantu memastikan data sesuai kondisi sebenarnya, melayani dengan empati tanpa membeda-bedakan, menjaga kejujuran dan ketepatan data, serta melayani tanpa memungut biaya atau menerima imbalan dalam bentuk apa pun.

"Hari ini kita minta komitmennya. Siap?" tanya Gus Ipul. Pertanyaan tersebut langsung disambut seruan "siap" oleh ribuan ketua RT/RW yang hadir.

Hingga saat ini, sebanyak 6,2 juta warga telah terdaftar secara nasional dalam sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital dengan dukungan 491 ribu Agen Perlinsos. Di Sulawesi Selatan, tercatat 182 ribu warga atau sekitar 5,7 persen dari populasi telah terdaftar, sementara jumlah Agen Perlinsos mencapai sekitar 18 ribu orang.

Dari jumlah tersebut, baru 926 ketua RT/RW di Sulawesi Selatan yang telah menjadi Agen Perlinsos. Kota Makassar menjadi penyumbang terbesar di Sulawesi Selatan, dengan sekitar 31,53 persen atau 146.694 keluarga telah terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital. Dengan 11.456 agen Perlinsos.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan penguatan Agen Perlinsos merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat, dan daerah untuk memastikan bantuan sosial diterima masyarakat yang membutuhkan secara cepat dan tepat sasaran.