Karena itu, ia mengajak para wisudawan mendukung Gerakan Peduli Tetangga dengan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Mereka dapat membantu masyarakat mengakses layanan, memperbarui data, serta menyampaikan usul dan sanggah melalui mekanisme yang tersedia.
"Sepulang dari sini, jadilah Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Setelah itu mulailah bekerja dari tetangga, bantu mereka mendaftar, bantu memperbaharui data, bantu menyampaikan usul dan sanggah," imbuhnya.
Namun, Gus Ipul mengingatkan, Agen Perlinsos tidak boleh meminta bayaran, menjanjikan bansos, atau memanipulasi data. Agen hanya membantu masyarakat mengakses dan memperbarui data, sedangkan penentuan kelayakan penerima bantuan dilakukan oleh sistem.
"Saya ajak menjadi relawan. Siapa tahu (dengan) menjadi relawan (dan) membantu keluarga miskin, saudara-saudara sekalian akan mendapatkan tempat terbaik untuk mengabdi," kata Gus Ipul.
Peran pekerja sosial tidak berhenti di situ kata Gus Ipul. Lulusan Poltekesos juga dapat mengambil bagian dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
"Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun ruang kelas. Sekolah Rakyat adalah cara negara memutus mata rantai kemiskinan," ujarnya.
Di Sekolah Rakyat, pekerja sosial dibutuhkan untuk melakukan asesmen, menjangkau keluarga, mendampingi anak, menangani persoalan psikososial, serta menghubungkan anak, keluarga, sekolah, dan layanan.
"Itulah pekerja sosial masa depan, bukan hanya mencatat masalah tetapi membantu mengubah jalan hidup manusia," kata Gus Ipul.
Ia pun mengundang lulusan Poltekesos untuk bergabung menjadi bagian dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat.