"Saya undang para wisudawan untuk mengabdi di Sekolah Rakyat. Tentu melalui proses seleksi. Di sana dibutuhkan guru, wali asrama, wali asuh, dan tenaga kependidikan lain yang insya Allah lulusan Poltekesos sangat memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat," tuturnya.
Menurut Gus Ipul, kesempatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi lulusan Poltekesos untuk mengamalkan ilmu sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat.
"Jadilah kontributif karena ilmu harus menghadirkan manfaat. Jangan hanya menjadi pencari pekerjaan, jadilah pencipta perubahan. Jangan hanya mengejar masa depan saudara sendiri. Mari kita bantu orang lain menemukan masa depannya," tutup Gus Ipul.
Usai sambutan Mensos, prosesi wisuda dilanjutkan dengan orasi ilmiah Guru Besar FISIP Universitas Nasional (UNAS) Prof. Dr. Aris Munandar, M.Si. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan para wisudawan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
"Bismillahirrahmanirrahim. Pada hari ini, Senin 28 September 2026, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Saya kukuhkan saudara-saudara sebagai Magister Terapan Pekerjaan Sosial dan Sarjana Terapan Sosial Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung 2026," kata Agus Jabo.
Dalam prosesi tersebut, empat lulusan terbaik dari masing-masing program studi dilantik. Yakni Aryohaji Istyawan dari Program Studi Pekerjaan Sosial (Magister Terapan), Salma Fauzani dari Program Studi Pekerjaan Sosial, Pika Rosiawati dari Program Studi Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial, serta Gina Rizqia Salsabila dari Program Studi Rehabilitasi Sosial.
Rangkaian wisuda kemudian dilanjutkan dengan penyerahan ijazah kepada seluruh wisudawan secara bergiliran oleh Ketua Senat sekaligus Direktur Poltekesos Bandung Suharma, pemindahan kuncir toga oleh Wamensos, serta pemberian ucapan selamat langsung dari Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico.
Acara tersebut turut dihadiri para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemensos, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih mewakili Gubernur Jawa Barat, Staf Ahli Wali Kota Bandung Arief Syaifudin, Ketua DPP IKA STKS-Poltekesos Bandung sekaligus Sekda Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Wakil Ketua DPP IKA STKS-Poltekesos Taufiqurokhman, Wakil Rektor I Institut Pemerintahan Dalam Negeri Rossy Lambelanova, Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Titi Eko Rahayu serta para dosen Poltekesos, wisudawan dan orang tua