"Para pahlawan memiliki keberanian luar biasa, tetapi keberanian itu bukan tanpa tujuan. Mereka berani untuk memerdekakan bangsa ini," tutur Gus Ipul.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa keberanian para pahlawan bukanlah keberanian untuk memusuhi sesama anak bangsa, melainkan keberanian menghadapi penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Nilai tersebut perlu menjadi inspirasi agar masyarakat berani memperjuangkan kebaikan dan kepentingan bangsa.
Nilai kedua adalah ketulusan. Menurut Gus Ipul, para pahlawan telah menunjukkan ketulusan dalam memperjuangkan Indonesia tanpa mengutamakan kepentingan pribadi maupun keluarga.
Keteladanan itu juga tercermin dari keluarga dan keturunan para pahlawan yang tetap berkontribusi secara sukarela dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan sosial tanpa meminta keistimewaan.
"Maka itu, kita doakan mudah-mudahan seluruh keluarga pahlawan diberi kekuatan untuk meneruskan perjuangan para leluhurnya. Inilah ketulusan yang harus kita tiru. Ketulusan yang harus kita catat karena sesungguhnya pahlawan memang memperjuangkan untuk kepentingan Indonesia, tidak untuk kepentingan dirinya sendiri maupun keluarganya," tegasnya.
Selanjutnya, Gus Ipul juga mengajak meneladani sikap rela berkorban para pahlawan. Ia menjelaskan, setelah Indonesia merdeka, banyak pahlawan tidak mengejar kekayaan maupun jabatan sebagian dari mereka bahkan kembali menjalani profesi semula sebagai petani, nelayan, maupun pelayan masyarakat di daerah masing-masing.
Tak kalah penting, nilai kedisiplinan para pahlawan juga harus diteladani. Menurut Gus Ipul, Kedisiplinan para pahlawan tidak hanya terlihat dari ketepatan waktu atau kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari sikap menjaga amanah dan membedakan kepentingan negara dengan kepentingan pribadi.
"Para pahlawan juga disiplin dalam menjaga harta mereka. Mereka memisahkan mana harta negara dan mana harta pribadi. Itulah luar biasanya para pahlawan kita," ungkapnya.
Ajakan meneladani nilai-nilai yang diwariskan juga datang dari Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Meutia Farida Hatta Swasono. Dia berharap generasi muda tidak sekadar mengenal pahlawan nasional melalui catatan sejarah, tetapi juga memahami dan meneruskan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan.