"Lulus di Sekolah Rakyat bukan garis akhir. Itu pintu masuk ke dua jalur, jalur akademik ke perguruan tinggi dan jalur karier sebagai pekerja terampil maupun wirausahawan," katanya.
Untuk memastikan proses pendampingan berjalan terpadu, Gus Ipul menekankan pentingnya koordinasi antara sekolah, Sentra, dan seluruh pihak terkait. Ia juga meminta agar siswa yang membutuhkan layanan psikososial segera ditindaklanjuti sehingga mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan tanpa menunggu terlalu lama.
"Kepala Sentra harus setiap saat menerima rujukan kasus psikososial tinggi. Jangan sampai ada yang butuh pertolongan justru menunggu lama karena koordinasi yang lambat atau ada yang tidak peduli," ujarnya.
Gus Ipul juga meminta seluruh pihak menggunakan data yang sama mengenai setiap siswa sehingga perkembangan anak dapat dipantau secara menyeluruh. Menurutnya, proses bisnis Sekolah Rakyat bukan sekadar untuk memenuhi dokumen, melainkan untuk memastikan mobilitas sosial siswa meningkat dan transmisi kemiskinan antargenerasi dapat diputus.
"Ini dibuat untuk memastikan mobilitas sosial siswa meningkat dan transmisi kemiskinan antargenerasi benar-benar bisa diputus. Bukan sekadar wacana, tapi kerja yang bisa kita ukur, kita pantau, dan kita bertanggung jawabkan," pungkasnya.