"Kita bangun Indonesia dari Kabupaten Banyumas, jadi kita malam ini kumpul untuk menjadikan Banyumas sebagai Kabupaten terbaik dalam rangka menghadirkan data yang akurat, dan tentu itu akhirnya untuk Indonesia sejahtera," ujar Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan perlinsos digital merupakan salah satu upaya pemutakhiran data yang terintegrasi dengan berbagai basis data milik pemerintah.

"Jadi datanya terhubung dengan Dukcapil, terhubung dengan Samsat, terhubung dengan ATR/BPN, terhubung dengan PLN, terhubung dengan BPJS Kesehatan, terhubung dengan BPJS Ketenagakerjaan, dan nanti akan terhubung dengan semua data milik pemerintah," jelas Gus Ipul.

Melalui sistem tersebut, penentuan kelayakan seseorang untuk menerima bantuan sosial (bansos) tidak dilakukan oleh Agen Perlinsos, melainkan melalui sistem berbasis Artificial Intelligence (AI).

Sementara itu, para agen berperan sebagai relawan yang membantu masyarakat melakukan registrasi ulang bansos.

"Karena datanya ini sudah terhubung jadi nanti akan ketahuan semua. Maka itu dalam Perlinsos digital ini, sekarang kita daftar ulang seluruh keluarga masyarakat yang pernah menerima bansos, kita daftar ulang bagi yang menginginkan dapat bansos, diperbolehkan untuk daftar," ungkap Gus Ipul.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan sejumlah Agen Perlinsos yang aktif membantu masyarakat mendaftar dalam sistem perlindungan sosial digital.