Saat mengecek rincian agen, Gus Ipul menyebut sebanyak 176.755 orang berasal dari masyarakat umum, 123.769 orang dari unsur pegawai pemerintah daerah, dan 42.018 orang merupakan pendamping PKH, serta RT dan RW yang tercatat sebanyak 48.676 orang.
Gus Ipul berharap jumlah keluarga yang terdaftar terus meningkat seiring dengan bertambahnya agen dan meluasnya pendampingan masyarakat. Namun, ia menegaskan kegiatan agen bersifat sukarela dan tidak boleh disertai pungutan.
"Agen Perlinsos itu juga tidak mendapatkan bayaran dan tidak boleh meminta bayaran kepada siapa pun. Jadi benar-benar relawan," tegasnya.
Pengembangan Perlinsos Digital berjalan seiring dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Gus Ipul menyampaikan lebih dari 31 juta keluarga telah dimutakhirkan datanya. Partisipasi masyarakat juga tercatat melalui 641.222 usulan dan 84.281 sanggahan.
"Saya bergembira, terima kasih sekali. Sudah ada masyarakat yang mau menyanggah, tentu ini merupakan informasi yang penting buat kami," ujarnya.
Melalui keterlibatan masyarakat umum, pemerintah daerah, dan pendamping sosial, Kemensos terus memperluas jangkauan pendataan untuk mencapai target registrasi pada akhir tahun. Gus Ipul mengajak masyarakat memastikan keluarga dan tetangga yang membutuhkan pendampingan dapat mengakses layanan Perlinsos Digital.
"Kita mulai dari yang terdekat, jangan sampai lewat," tutupnya.