Dia menilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap kode etik, serta empati menjadi aspek penting yang harus dimiliki seluruh SDM Sekolah Rakyat. Terlebih, para peserta didik berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi beragam, khususnya kelompok masyarakat tidak mampu yang masuk desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sehingga memerlukan pendampingan dengan penuh empati dari seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat. Intinya SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Pak Presiden," ujarnya.

Selain menekankan pentingnya profesionalisme, Gus Ipul juga mengingatkan seluruh SDM Sekolah Rakyat agar menjauhi tiga dosa besar pendidikan, yakni perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi atau radikalisme.

Dia juga mengajak seluruh peserta pelatihan menyatakan ikrar dan membangun komitmen bersama untuk mencegah segala bentuk pelanggaran tersebut di lingkungan Sekolah Rakyat.

"Jika saya diketahui melakukan tiga hal tersebut, siap diberhentikan kapanpun. Saya berjanji akan ikut menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah rakyat. Dan juga siap melaporkan siapapun yang melakukan ketiga-tiganya di lingkungan Sekolah Rakyat," kata para peserta serentak.

Gus Ipul menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi kepada SDM Sekolah Rakyat yang terbukti melakukan salah satu dari tiga pelanggaran tersebut. Sanksi tegas berupa pemberhentian akan langsung diberikan tanpa melalui tahapan peringatan.

"Karena siapapun yang melakukan ini, tidak akan kita toleransi dan akan langsung kita berhentikan. Langsung kita berhentikan, tidak ada ceritanya pakai peringatan-peringatan," tegasnya.