Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul juga mendorong para SDM Sekolah Rakyat untuk berperan sebagai Agen Perlinsos. Peran tersebut antara lain membantu proses registrasi ulang penerima bantuan sosial (bansos) dan pemutakhiran data secara digital.

Menurut dia, keterlibatan SDM Sekolah Rakyat dapat memperkuat upaya pemerintah dalam memperbarui data penerima bantuan sosial melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga.

Melalui gerakan ini, para Agen Perlinsos diharapkan membantu warga sekitar yang memenuhi syarat menerima bansos, tetapi belum terdaftar dalam sistem pemerintah.

"Tidak hanya Bapak Ibu sekalian, tapi saya minta pulang dari sini, ajak tenaga kependidikan yang lain, ajak teman-teman, saudara-saudara, teman-teman sekalian yang bisa menjadi Agen Perlinsos. Ini adalah sistem terbaru pemerintah dalam rangka menjangkau mereka yang paling membutuhkan," kata Gus Ipul.

Kegiatan pelatihan tersebut juga dimeriahkan penampilan siswa Sekolah Rakyat. Para siswa menunjukkan kepercayaan diri melalui pertunjukan tari nusantara, paduan suara, hingga pembacaan puisi.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Plt. Kepala Pusdiklatbangprof Kemensos Afrizon Tanjung, Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, serta Direktur Poltekesos Bandung Suharma.

Hadir pula jajaran pejabat tinggi madya dan pratama Kemensos, staf ahli dan tenaga ahli Menteri Sosial, serta para fasilitator.