NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kembali menegaskan tidak ada uang hasil korupsi yang mengalir ke Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Ia menyebut berbagai tuduhan yang berkembang selama ini tidak disertai bukti dan hanya isapan jempol.
"Sekali lagi saya ingin memastikan, tidak ada uang hasil korupsi yang mengalir ke Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (9/9/2026).
Hal itu ia sampaikan seusai menghadiri pelepasan para Kadet Universitas Pertahanan, hari ini.
Gus Ipul mengatakan penegasan tersebut perlu terus disampaikan agar warga Nahdliyin maupun jajaran pengurus NU tidak terpengaruh oleh informasi yang menurutnya tidak memiliki dasar kebenaran.
"Ini perlu saya ulang-ulang terus agar masyarakat Nahdliyin dan juga pengurus Nahdlatul Ulama mengerti dengan benar bahwa isu-isu yang dikembangkan oleh pihak-pihak itu hanya isapan jempol," ujarnya.
Menurut Gus Ipul, tuduhan serius tidak boleh disampaikan tanpa bukti. Ia mengingatkan pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan juga memiliki konsekuensi hukum.
"Itu tuduhan yang tidak disertai dengan bukti. Membual punya konsekuensi hukum," sambung Gus Ipul
Selain membantah isu aliran uang hasil korupsi, Gus Ipul juga menepis tuduhan pelaksanaan muktamar diwarnai praktik penyekapan maupun penggunaan cara-cara yang disebut sebagai cara komunis. Ia menegaskan seluruh proses muktamar berjalan dengan baik dan menolak gambaran negatif yang disebarkan sejumlah pihak.
"Perlu ditegaskan, proses muktamar berjalan dengan baik. Semua tahu, untuk itu tidak ada cara-cara komunis, tidak ada penyekapan-penyekapan," tegasnya.
Gus Ipul mengajak masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Jadi, jangan percaya berita palsu," pungkasnya.