"Karena wawancaranya waktu itu adalah wawancara terkait masalah kebangsaan. Bagaimana pandangan pesantren terkait keberagaman, kebinekaan, kemudian bagaimana mengisi kemerdekaan," pungkasnya.
Sebelumnya, Jazilah Annahdliyah atau Ning Jazil memprotes buku "Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam" yang baru saja diterbitkan. Pasalnya, dalam buku tersebut, salah satu artikel yang mencatur nama suaminya, KH. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau yang karib disapa Gus Kautsar.
Ning Jazil diketahui menyampaikan keberatannya dalam sebuah unggahan dalam status media sosial. Ia protes karena dalam sebuah artikel berjudul "Dukungan Pesantren untuk Prabowo Subianto" yang mencatut nama Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar.
"Seng genaaahh (Yang benar aja). Kok bisa2nya ada nama suami saya dibuku ini,,?!! Hei Penulis, minimal izin/pamit dulu kalau mau nyantumin nama," demikian protes Ning Jazil dalam akunnya @zil_hb.
Tak hanya menjadikan status di media sosialnya, Ning Jazil juga memprotes dalam sebuah komentar di unggahan foto daftar buku "Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam". Dalam komentarnya, Ning Jazil lagi-lagi menanyakan kenapa nama suaminya, Gus Kautsar dicatut.
"Kok bisa2nya ada nama suami saya?? pdhl gus kautsar tidak pernah menulis itu, kok bisa penulis tidak izin dulu kalau mau menyertakan nama suami saya di buku itu??!!," demikian komentar Ning Jazil di akun @zil_hb.