NADIKABAR.COM — Ketua Umum (Ketum) PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyebut dirinya mempunyai banyak kecocokan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bersama pemerintahan, ke depan ia berharap NU menggalang persaudaraan dan persatuan bangsa.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketum PBNU terpilih, mula-mula Gus Kikin menyampaikan banyak hari spesial selama Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum, Jombang 27-31 Agustus 2026. Termasuk dirinya dipercaya menjadi ketua umum mendampingi Rais Aam KH Miftachul Akhyar.
"Dan saya juga tampaknya banyak kecocokan dengan Bapak (Prabowo) karena saya juga banyak unsur 8-nya. Tanggal lahir saya 17, jumlahnya 8. Bulannya juga 8. Tahunnya juga 58. Dan saya kebetulan diamanahi menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang ke-8. Jadi rasanya nggak berlebihan saya cocok-cocokkan ini cocok dengan beliau. Semuanya cocok, mungkin tinggal nasibnya yang agak beda," ujarnya di halaman GSG KH Hasbullah Said, PP Bahrul Ulum yang disambut tawa dan tepuk tangan para tamu undangan, Senin (31/8/2026).
Pengasuh PP Tebuireng, Jombang ini bersyukur tahapan Muktamar ke-35 NU berjalan lancar. Ia menduga karena berkah dari PP Bahrul Ulum. Menurut Gus Kikin, para muktamirin begitu bersemangat dengan kebersamaan yang kental, walaupun kurang tidur.
"Kita kalau sampai pagi, tempat duduk itu hampir masih penuh juga. Ini yang mengherankan saya. Ini kok betah ini yang nggak program ikut juga duduk mendengarkan. Ini barangkali para muktamirin nggak begitu menyadari saking keasyikannya. Nah, ini karena muktamarnya di Pondok Tambakberas ini barangkali," terangnya.
Di usia NU yang memasuki abad kedua, Gus Kikin berharap bisa berkolaborasi dengan pemerintahan Presiden Prabowo untuk menggalang persaudaraan dan persatuan bangsa. Tentunya dengan modal Qanun Asasi yang ditulis Syekh KH Hasyim Asy'ari.
"Kita bisa menjadikan Indonesia nanti ke depan lagi, paling tidak bagi NU itu di grassroot-nya, NU yang punya basis massa cukup besar ini mudah-mudahan bisa dijadikan masyarakat yang lebih tenang, masyarakat yang lebih guyub. Supaya kita semuanya termasuk NU juga nanti ke depan menjadi satu organisasi yang lebih guyub, bersatu, dan dengan tujuan yang utama adalah untuk khidmat kepada masyarakat, untuk kemaslahatan umat yang kita miliki ini," tandasnya.
Sebelumnya, dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang, lima nama diajukan sebagai calon Ketua Umum PBNU. AHWA kemudian bermusyawarah tertutup untuk menentukan sosok yang dipercaya memimpin PBNU periode 2026-2031.
Sembilan ulama AHWA akhirnya sepakat memilih Gus Kikin.
Sebelumnya, AHWA juga menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031. Kiai Miftach kembali menduduki posisi tersebut setelah sebelumnya menjadi Rais Aam PBNU periode 2021-2026.