Sejumlah tiket MotoGP dikabarkan sudah berstatus terkunci (lock). Status ini menimbulkan kekhawatiran dan mengganggu proses pembelian masyarakat. Menurut Pari, hal tersebut merupakan bagian dari prosedur teknis dan koordinasi panitia internal MotoGP.
"Hal ini sudah kami persiapkan, tentu akan ada rapat-rapat selanjutnya dan disampaikan oleh tim ticketing secara khusus. Tentu sudah ada perencanaan dari tim kita semua. Tentu itu bagian dari koordinasi dan penyiapan waktu bersama panitia," jelasnya.
Meski begitu, penyelenggara MotoGP tetap optimistis target penjualan tiket 100 persen tercapai hingga hari H. Selain kesiapan infrastruktur, antusiasme publik diyakini makin girang berkat hadirnya 2 pembalap kebanggaan Indonesia yang berlaga.
"Pertama, kami punya waktu yang cukup. Kedua, kami punya rider local hero Indonesia Hero Mario Aji dan Ega Pratama yang tampil sangat luar biasa. Mudah-mudahan ini mendorong grafik penjualan tiket kita semakin baik," tutur Pari.
Di sisi lain, perhelatan MotoGP ini mulai terasa pada sektor pariwisata dan akomodasi di sekitar KEK Mandalika. Berdasarkan hasil interaksi dengan para pelaku usaha di sekitar Mandalika, tingkat pemesanan hotel dan homestay menunjukkan kenaikan drastis.