Dengan pendekatan tersebut, program pembangunan dan pemberdayaan dapat disusun berdasarkan risiko serta kondisi nyata yang dihadapi masyarakat di setiap wilayah.

Pihaknya pun mendorong penguatan sinergi berbagai program yang telah berjalan di tingkat desa, seperti Desa Tangguh Bencana (Destana), Program Kampung Iklim (ProKlim), dan Sekolah Lapang Iklim.

Program-program tersebut perlu dihubungkan agar pengetahuan tentang risiko iklim dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata di tingkat masyarakat.

Sinergi tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga menjaga usaha produktif, memperkuat ketahanan pangan, serta membantu masyarakat mempertahankan pendapatan ketika menghadapi tekanan akibat perubahan iklim.