NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mendorong penguatan ketangguhan masyarakat desa dengan menjadikan informasi perubahan iklim sebagai bagian dari strategi pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.

"Ketangguhan bukan hanya soal bagaimana masyarakat mampu menghadapi bencana, tetapi juga bagaimana mereka tetap bisa bekerja, berusaha, memperoleh pendapatan, dan memenuhi kebutuhan keluarga ketika menghadapi risiko perubahan iklim," kata Asisten Deputi Ketahanan Desa dan Perdesaan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Diah Kusuma Pitasari di Jakarta, Selasa.

Hal itu dikatakannya dalam FGD Pemberdayaan Masyarakat Tematik IV di Kantor Kemenko PM, Jakarta.

Upaya ini penting karena bagi masyarakat desa, perubahan pola cuaca dan meningkatnya risiko bencana dapat mengganggu pekerjaan, menurunkan pendapatan, hingga mengancam ketahanan pangan keluarga.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan perubahan iklim tidak menjadi faktor baru yang mendorong masyarakat semakin dekat dengan kemiskinan.

Menurutnya, informasi iklim tidak boleh berhenti sebagai data teknis.

Informasi tersebut harus dapat diterjemahkan menjadi dasar bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam menentukan langkah antisipasi, terutama untuk melindungi sumber penghidupan dan mencegah keluarga miskin serta rentan semakin terpuruk.

Karena itu, Kemenko PM mendorong agar informasi iklim diintegrasikan ke dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan desa.

Dengan pendekatan tersebut, program pembangunan dan pemberdayaan dapat disusun berdasarkan risiko serta kondisi nyata yang dihadapi masyarakat di setiap wilayah.

Pihaknya pun mendorong penguatan sinergi berbagai program yang telah berjalan di tingkat desa, seperti Desa Tangguh Bencana (Destana), Program Kampung Iklim (ProKlim), dan Sekolah Lapang Iklim.

Program-program tersebut perlu dihubungkan agar pengetahuan tentang risiko iklim dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata di tingkat masyarakat.

Sinergi tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga menjaga usaha produktif, memperkuat ketahanan pangan, serta membantu masyarakat mempertahankan pendapatan ketika menghadapi tekanan akibat perubahan iklim.