NADIKABAR.COM — Barangkali Isan tak pernah menyangka, kepindahannya ke Kota Bandung hampir enam dekade lalu jadi momen paling menentukan dalam hidupnya. Bukan hanya hidupnya, tetapi juga dunia kuliner tanah perantauannya tersebut hingga puluhan tahun kemudian.

Tanpa sengaja, Isan menjadi founding father kudapan yang saat ini masih terus digadang-gadang jadi jajanan nikmat khas Kota Kembang, yakni Batagor.

Semua bermula dari Gang Situsaeur, kawasan Bojongloa Kidul, di mana pria asal Purwokerto tersebut memutuskan untuk menjajakan bakso tahu pada 1968.

Kala itu, bakso tahu merupakan jajanan yang sudah cukup familiar bagi banyak orang.

Setiap hari, Isan berjualan tahu isi dan siomay kukus tersebut di atas gerobak sederhana, berharap menukar porsi demi porsi menjadi rupiah.

Namun, uji peruntungan tak melulu berbuah hasil. Bakso tahu dagangannya lebih sering sepi, menyisakan makanan matang yang menumpuk dalam dandangnya.

Bila sudah demikian, Isan tak lagi menghitung untung. Isi kepalanya kala itu adalah bagaimana caranya membuat bakso tahu tersebut tidak basi dan terbuang sia-sia.

Agar lebih tahan lama, ia kemudian menggoreng butir demi butir tahu isi dan siomay miliknya. Bila sudah digoreng, makanan tersebut akan lebih mudah bertahan di suhu ruang.

Setelah digoreng, dagangannya tersebut ia bagikan kepada para tetangga.