"Besoknya tetangga datang dan malah mencari bakso tahu yang digoreng itu. Padahal Haji Isan nggak menjual itu," tutur Fakhri Hidayat, generasi ketiga pemilik merek batagor legendaris Bandung, Batagor H. Isan.

Dari sanalah batagor lahir, di salah satu sudut Gang Situsaeur, Kota Bandung.

Isan, yang kini dikenal dengan nama dagang Haji Isan, mulai secara khusus menjual bakso tahu goreng hasil inovasinya. Versi yang tanpa disangka malah mengundang pembeli demi pembeli menuju gerobak dagangnya.

Istilah batagor pun perlahan mulai dikenal masyarakat, akronim dari "bakso tahu goreng".

"Sampai sekarang, menu aslinya yang dikukus itu malah sudah tidak ada lagi," kata Fakhri saat ditemui di Bandung belum lama ini.

Lima puluh delapan tahun kemudian, Batagor H. Isan masih terus diserbu pembeli. Tenant-nya di Festival Kuliner Bandung 2026 yang digelar di Summarecon Mall tak pernah sepi.

Bahkan, setiap harinya batagor yang dijual selalu ludes sebelum acara selesai.

"Sebelum festival tutup biasanya sudah sold out, lebih dari 500 pcs per-hari," ungkap Fakhri.