NADIKABAR.COM — Israel mengecam keras penganugerahan hadiah Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada hakim Mahkamah Internasional (ICJ) asal Afrika Selatan (Afsel), Navi Pillay. Israel menyatakan penghargaan tersebut melegitimasi kebencian terhadap Israel.

Dalam unggahan X resminya seperti dilansir AFP, Jumat (9/10/2026), Kementerian Luar Negeri Israel menuding Navi Pillay berperan dalam demonisasi Israel yang brutal dan bermotif politik, serta propaganda kebohongan genosida.

"Jika ada penghargaan untuk kebohongan, kebencian, dan fitnah darah (blood libel), Navi Pillay tidak sekadar menjadi pesaing. Ia akan menjadi kandidat utamanya," tulis Kementerian Luar Negeri Israel.