Nasional
HALAMAN 2 DARI 3
Hakim Afsel Raih Nobel Perdamaian, Israel Tuding Kebohongan Terbesar
Israel mengecam keras penganugerahan hadiah Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada hakim Mahkamah Internasional (ICJ) asal Afrika Selatan (Afsel), Navi Pillay.
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 21:53 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Israel juga menyebut anugerah Nobel Perdamaian itu bukanlah sebuah pengakuan atas keadilan. Israel menyebut hal itu merupakan legitimasi kebencian dan prasangka anti-Israel.
"Kini, setelah Komite Nobel memberi penghargaan atas kebohongan terbesar pada abad ke-21 ini, Joseph Goebbels tentu sedang bertepuk tangan dari neraka," ujarnya.
Pillay memiliki rekam jejak terkemuka dengan pernah memimpin pengadilan genosida Rwanda dan tahun lalu, memimpin komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuduh Israel melakukan genosida di Jalur Gaza. Dia juga menjadi hakim dalam kasus tuduhan genosida di Myanmar.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.