"Itu supaya clear. Jadi itu yang saya harapkan bisa diperjelas, bisa diperdalam, ya," ujarnya.
Arsul menutup catatanya dengan mengutip Surat Ali 'Imran ayat 13 yang berisi tentang kisah tanda kekuasaan Allah dan kemenangan kaum muslimin dalam Perang Badar.
"Ini terlepas dari soal menyangkut Pak Wakil Presiden kita, tapi bagi saya ini hal-hal seperti ini harus jadi pelajaran ke depan, ya. Pak Afif tentu hapallah, ya, Surat Ali 'Imran ayat 13 itu inna fi zalika la'ibratan li'ulil-absar. Kira-kira kan begitu. Ya. 'Sesungguhnya pada kejadian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai mata hati atau penglihatan'. Nah, supaya clear ini, ya," kata Arsul.
"Jadi tidak semata-mata terkait dengan apa yang ada sekarang, tapi ini pelajaran penting buat, ya, demokrasi kita ke depan. Saya kira itu saja, Yang Mulia Pak Ketua, yang ingin saya sampaikan," imbuhnya.
Suhartoyo lalu mempersilakan hakim Konstitusi lain untuk memberikan catatan. Suhartoyo jug meminta peserta sidang tidak memberikan respon agar persidangan berjalan tenang.
Kemudian, Saldi Isra memberikan catatan. Saldi mengawali dengan menyampaikan teguran ke Denny atas reaksi ketawa timnya yang dinilai berlebihan.
"Prof Saldi, silakan. Yang lain jangan memberikan respon, ya, supaya persidangan tertib dan tenang. Silakan," ujar Suhartoyo.
"Terima kasih Pak Ketua. Jadi tadi saya mau menyampaikan itu juga, tapi reaksinya berlebihan sekali sih. Pak Denny nanti diingatkan stafnya kalau tidak saya suruh keluar nanti," ujar Saldi Isra.