NADIKABAR.COM β Kostum karakter, penampilan tari Korean Pop (K-pop), dan riuhnya pertemuan penggemar mewarnai Halloween Night Party yang diselenggarakan K-Pop Squad Lombok di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada akhir Oktober.
Di balik kemeriahan tersebut, acara yang didominasi generasi milenial dan generasi z itu turut memperlihatkan bagaimana budaya populer global menjadi bagian dari ekspresi diri anak muda, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang posisi kebudayaan lokal di tengah perubahan tren.
Bagi K-Pop Squad Lombok, Halloween Night Party bukan sekadar perayaan bertema Halloween. Acara tahunan itu menjadi ruang bagi para penggemar K-pop di Lombok untuk berkumpul, menjalin silaturahim, dan menyalurkan minat mereka melalui berbagai kegiatan.
βTujuan adanya acara itu untuk memeriahkan, untuk menjalin silaturahmi antara K-popers Lombok, yang di mana kan jarang banget kumpul,β ujar Dhea Monica, ketua komunitas K-Pop Squad Lombok, bersama wakilnya Mindi Karmila.
Menurut Dea, Halloween Party mulai diselenggarakan pada 2021. Acara itu menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari penampilan dance cover K-pop hingga random play dance, yakni kegiatan menari mengikuti potongan lagu yang diputar secara acak.
Selain menjadi ajang berkumpul, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi komunitas dan kelompok tari untuk menampilkan kemampuan mereka.
βJadi kita itu sebenarnya untuk menyalurkan hobi mereka aja gitu,β ujar Mindi.
Halloween dipilih sebagai tema karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk tampil menggunakan kostum yang beragam. Panitia juga melihat bahwa perayaan bertema Halloween kerap muncul dalam aktivitas para idola K-pop.