NADIKABAR.COM — Atlet para tenis meja Indonesia Hamida mulai berani membidik medali emas Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah membukukan dua kemenangan pada tunggal putri kelas 8 di Sky Hall Toyota, Nagoya, Jepang, Sabtu.

"Targetnya perunggu aja dulu, semoga bisa emas," kata Hamida seusai pertandingan.

Hamida membuka hari dengan kemenangan dramatis 3-2 atas wakil Thailand Kanlaya Chaiwut sebelum kembali menang 3-0 atas Balziya Tash dari Kazakhstan pada sesi sore.

Ia mengakui pertandingan melawan Kanlaya berlangsung menegangkan karena kekuatan para pemain di kelasnya relatif berimbang.

"Menegangkan. Tegang. Semuanya hampir sama kekuatannya. Cuma dengan kekuatan ini, keberanian aja lah. Tinggal strategi servis aja," ujarnya.

Pelatih para tenis meja Indonesia Bayu Widhie Hapsara Purba mengatakan persaingan di grup Hamida memang cukup ketat dan hasil pertandingan berikutnya akan menentukan peluang menuju semifinal.

"Kalau lawan di kelasnya Hamida ini, di pool-nya sangat merata, hampir seimbang semua," kata Bayu.

Menurut Bayu, kemenangan atas Thailand menjadi modal penting bagi Hamida untuk menghadapi pertandingan penentuan pada Senin (19/10).

"Hamida tadi menang lawan Thailand. Menang 3-2, dramatis sekali. Lusa masih main lagi. Kalau dia bisa keluar pul, Hamida juga bisa semifinal," ujarnya.

Semifinal para tenis meja sekaligus memastikan medali perunggu sehingga pertandingan terakhir fase grup menjadi krusial bagi Hamida untuk menjaga peluang naik podium.

Tidak ada pertandingan para tenis meja pada Minggu (18/10) yang menjadi hari upacara pembukaan Asian Para Games 2026.