“Semua mengungsi. Ada yang ke masjid, pokoknya ke tempat yang lebih tinggi,” ujar Rini.

Bahkan, untuk mengantisipasi banjir, dia mengaku tidak lagi menyimpan banyak barang di lantai dasar rumahnya. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan ketika air kembali memasuki permukiman.

Dia menyebutkan dampak banjir tidak hanya merusak barang-barang, tetapi juga mengganggu aktivitas dan menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena akses keluar permukiman terputus.

“Rugi semua-semua. Makan juga susah mencarinya, karena akses keluar sulit,” tutur Rini.

Harapan warga terkait penanganan banjir itu pun kembali mengemuka saat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pekerjaan normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol, Kuningan Barat, Kamis (29/10) pagi.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pengerukan sedimentasi dan pemeliharaan turap berjalan optimal guna meningkatkan kapasitas aliran sungai serta mengurangi risiko banjir menjelang musim hujan.

Pramono menjelaskan kawasan Mampang dan sekitarnya merupakan salah satu wilayah rawan banjir karena kondisi geografisnya yang berupa cekungan.