NADIKABAR.COM — Jauh sebelum rangkaian berbahan baja nirkarat generasi terbaru hadir di lintas selatan Jawa, sebuah kereta malam berangkat dari Solo Balapan menuju Jakarta dengan membawa identitas baru bagi perjalanan masyarakat Surakarta. Pada 14 Oktober 1978, Senja Utama Solo mulai beroperasi melayani relasi Solo Balapan–Gambir. Hampir 48 tahun kemudian, perjalanan tersebut masih bertahan dalam layanan yang kini dikenal sebagai Fajar dan Senja Utama Solo.
Pada masa awalnya, Senja Utama Solo hadir sebagai kereta kelas bisnis. Rangkaiannya menggunakan kereta buatan Goša dari Yugoslavia, yang memiliki ciri khas delapan jendela pada masing-masing sisi kereta. Bentuk rangkaian tersebut menjadi bagian dari wajah perjalanan kereta kelas bisnis Indonesia pada periode itu.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, perjalanan Fajar dan Senja Utama Solo memperlihatkan perubahan pelayanan kereta api antarkota selama hampir lima dekade.
“Sejak Senja Utama Solo hadir pada 1978, beberapa generasi pelanggan telah tumbuh bersama layanan ini. Rangkaian, kelas pelayanan, dan fasilitasnya terus berubah, sementara nama Solo tetap menjadi bagian penting dari perjalanannya,” ujar Anne.
Ketika diluncurkan, Senja Utama Solo menghubungkan Solo Balapan dengan Gambir. Pilihan waktu perjalanan malam kemudian menjadi salah satu karakter yang melekat pada nama “Senja”. Kereta membawa pelanggan dari Surakarta menuju Jakarta melalui koridor Yogyakarta, Purwokerto, dan Cirebon, menghubungkan pusat kegiatan di Jawa bagian tengah dengan ibu kota.
Dalam perkembangannya, layanan pada koridor ini dikenal melalui dua nama yang mengikuti waktu perjalanannya yaitu Fajar Utama Solo untuk perjalanan yang berangkat dari Jakarta pada pagi hari menuju Solo dan Senja Utama Solo untuk perjalanan dari Solo menuju Jakarta pada malam hari. Saat ini keduanya melayani lintas Pasar Senen–Solo Balapan melalui Yogyakarta dan Purwokerto.
Catatan sejarah mengenai layanan Fajar dan Senja Utama Solo juga perlu dibaca secara kronologis. Sumber sejarah secara konsisten mencatat Senja Utama Solo diluncurkan pada 14 Oktober 1978, sementara beberapa catatan menyebut perjalanan pagi Fajar Utama Solo berkembang kemudian. Karena itu, 14 Oktober 1978 lebih tepat ditempatkan sebagai awal perjalanan Senja Utama Solo, yang kemudian berkembang menjadi pasangan layanan Fajar dan Senja Utama Solo seperti dikenal saat ini.
Perjalanan Senja Utama Solo tidak berhenti pada kereta bisnis. Memasuki dekade 1990-an, komposisi rangkaiannya sempat semakin beragam. Kereta ini tercatat pernah membawa kereta eksekutif-A, eksekutif-B, serta couchette, yakni kereta tidur yang dilengkapi tempat tidur tetap.