NADIKABAR.COM — Korban keracunan MBG di Jombang mencapai 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh. Kasus keracunan massal ini hampir saja tak ketahuan. Begini kronologi terungkapnya kasus ini.

Kepala SMPN 1 Kabuh Suprihadiono menjelaskan, 639 siswa, serta 47 guru dan karyawan sekolah menyantap MBG seperti biasa pada Rabu (2/9) siang. Menunya waktu itu nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih dan brokoli.

"Anak-anak makan seperti biasa. Setelah itu dari rumah itu ada yang terindikasi sakit perut, mules, terus ke belakang, sering ke belakang (diare). Itu indikasinya sudah mulai kemarin sore di rumah," jelasnya kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Meski begitu, lanjut Suprihadiono, sampai pagi tadi situasi di SMPN 1 Kabuh berjalan normal. Para siswa maupun guru mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Situasi mulai berubah ketika banyak siswa yang izin BAB ke kamar mandi pada jam pelajaran. Kecurigaan telah terjadi keracunan MBG pun mulai muncul. Suprihadiono lantas menghubungi pihak SPPG Mangunan untuk menangani para siswa.

"Tadi pagi karena ada anak-anak sebagian yang belum minum obat, yang kemarin kena diare itu belum minum obat, akhirnya tadi pagi itu pas pembelajaran banyak yang izin ke belakang," ungkapnya.

Pagi tadi saja, 81 siswa SMPN 1 Kabuh dilarikan ke Puskesmas Kabuh, Klinik Pratama Ploso dan Klinik Asy Syifa Ploso. Dari jumlah itu, saat ini 7 siswa harus menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh.

Sedangkan 175 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh menjalani pengobatan mandiri sejak kemarin. Sehingga total korban keracunan MBG di sekolah ini mencapai 256 siswa dan guru.

Kapolsek Kabuh, AKP Yogie Pratama menjelaskan, pihak sekolah baru mengetahui keluhan dari para siswa pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB. Padahal, gejala keracunan dialami para siswa dan guru sejak kemarin sore dan malam.

"Kronologi kejadian sementara yang kami terima, para siswa diduga mengalami kendala gangguan pencernaan itu adalah makanan kemarin. Yang mana pada saat mereka setelah menyantap makanan kemarin, mengalami mual atau sebagian ada yang muntah atau pun diare. Namun pihak sekolah dan kami baru diberi informasi pada saat pagi hari," tandasnya.

Setiap harinya, SPPG Mangunan menyediakan 2.899 porsi MBG untuk 19 sekolah penerima manfaat. Salah satunya untuk 639 siswa, serta 47 guru dan pegawai SMPN 1 Kabuh. Artinya, tidak semua siswa dan guru keracunan setelah memakan MBG tersebut.

Berdasarkan keterangan dari para korban, udang saus padang di MBG yang dimakan para siswa dan guru kemarin siang, diduga menjadi penyebab keracunan massal ini. Sebab udang tersebut mengeluarkan aroma kurang sedap.