NADIKABAR.COM — Atlet Indonesia Handayani membidik final boccia Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 seusai memetik kemenangan pada laga Grup A individual putri BC1 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Sabtu.

"(Sasaran utama saya) masuk final, insyaallah final," kata Handayani saat ditemui seusai pertandingan.

Handayani mengawali perjalanan di fase grup dengan menekuk wakil Macao, China U Kei Tang dengan skor telak 13-0.

Meski demikian, atlet berusia 30 tahun itu tidak merasa cepat puas dengan hasil tersebut, karena masih beberapa lawan tangguh yang harus ditaklukkan dalam persaingan grup seperti dari Korea Selatan, Chinese Taipei, dan Malaysia.

Dia mengatakan bahwa penampilan dalam laga melawan atlet Macao tersebut bukanlah performa terbaiknya, namun ia bersyukur bisa memenangkan pertandingan dengan skor telak.

Handayani mengaku tak ingin meremehkan lawan-lawan yang dihadapi dalam persaingan di fase grup. Oleh sebab itu, kata dia, evaluasi terhadap kekurangan dalam setiap penampilan tetap dilakukan.

"(Setiap kekurangan) tentu membuat saya termotivasi untuk memberikan yang terbaik (pada pertandingan berikut)," kata dia.

Handayani mengatakan telah memetakan kemampuan lawan-lawan di fase grup, maupun kemungkinan lawan yang akan dihadapi ketika menembus ke babak gugur.

Dia melanjutkan, salah satu lawan yang patut diwaspadai jika bertemu di fase gugur yaitu dari Jepang, sehingga diperlukan strategi yang matang untuk bisa memenangkan persaingan.

Namun, sebelum berbicara tentang lawan-lawan di fase gugur, Handayani ingin melewati setiap laga fase grup dengan hasil yang memuaskan untuk menambah motivasi dan semangat meraih tujuan utama yaitu menembus final.

Pada Asian Para Games 2026, Tim Boccia Indonesia diperkuat lima atlet andalan. Selain Handayani, ada Muhamad Afrizal Syafa (BC1 putra), Felix Ardi Yuda (BC2 putra), Muhammad Bintang Satria (BC2 putra), Gischa Zayana (BC2 putri).

Seluruh pertandingan boccia Indonesia berlangsung di Nagoya City General Gymnasium atau Rainbow Hall.