Isu tersebut ditempatkan berdampingan dengan latar sejarah 1965 untuk menghubungkan persoalan masa lalu dengan persoalan sosial yang masih relevan dibicarakan saat ini karena dirinya membuat sebuah film untuk menyuarakan sebuah keadaan masyarakat terkait kondisi sosial, keagamaan, dan politik.

Selain itu, Hanung berharap film tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenali sejarah secara lebih kritis. Ia mengajak penonton memahami bahwa narasi sejarah dapat memiliki beragam perspektif, bergantung pada pihak yang menyusun dan mewariskannya.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto yang hadir bersama istrinya dalam kegiatan nonton bareng itu mengapresiasi film karya Hanung Bramantyo. Ia berharap Lobang Buaya dapat memberikan inspirasi sekaligus mengingatkan generasi muda tentang peristiwa yang terjadi pada 1965. Selain itu juga dapat memberikan pencerahan kepada generasi muda.

"Sejarah itu perlu kita ketahui semua, agar bisa memberikan pengalaman yang lebih baik. Yang baik tetap baik. Ini yang perlu kami tekankan," kata Bupati Madiun.