NADIKABAR.COM — Partai Hanura menyiapkan kader potensial untuk bersaing memperebutkan kursi kepala daerah pada 2031 melalui konsolidasi organisasi dan penguatan mesin politik yang mulai diarahkan untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura Patrice Rio Capella mengatakan partainya melakukan pembenahan internal untuk mempersiapkan kader yang berpotensi menduduki jabatan eksekutif di daerah, termasuk di Sulawesi Tenggara.
"Hanura hari ini berbenah, kemudian melakukan konsolidasi total dan akan mempersiapkan para kadernya yang punya potensi untuk bisa menjadi atau menempatkan dirinya di kursi eksekutif," kata Rio Capella dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Hal itu disampaikan Rio Capella usai konsolidasi dengan pengurus DPD, DPC, dan anggota DPRD Hanura se-Sulawesi Tenggara di Kendari, Jumat (23/10).
Ia menjelaskan Pemilu 2029 menjadi tahapan penting bagi Hanura untuk memperkuat posisi politik sekaligus mempersiapkan kader sebelum menghadapi pemilihan kepala daerah yang dijadwalkan berlangsung pada 2031.
Menurut ia, belum adanya kader Hanura yang menduduki jabatan kepala daerah di kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara pada periode sebelumnya menjadi bahan evaluasi bagi partai untuk memperbaiki proses kaderisasi dan persiapan politik.
"Bahwa yang kemarin kita belum mendapatkan kursi atau menempatkan kader di eksekutif, memang menurut saya kadernya belum ada waktu itu ya. Tidak dipersiapkan untuk menghadapi pemilu eksekutif atau pilkada," ujarnya.
Rio mengatakan persiapan menuju Pilkada 2031 akan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi kader, termasuk melalui survei dan proses pematangan politik yang dimulai sebelum kontestasi tersebut berlangsung.
Ia optimistis upaya konsolidasi dan persiapan kader dapat membuka peluang bagi Hanura untuk menempatkan satu hingga dua kader pada jabatan kepala daerah di Sulawesi Tenggara.
"Melalui survei dan persiapan menuju Pemilu 2029 dan Pilkada 2031, saya meyakini ada satu, mungkin dua, bisa kita dorong untuk diambil," katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Hanura saat ini juga memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Rio menambahkan Sulawesi Tenggara merupakan provinsi ke-25 yang dikunjungi Tim Task Force DPP Hanura dalam agenda konsolidasi nasional.
Berdasarkan laporan pengurus daerah, pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.
Ia berharap seluruh struktur kepengurusan tingkat kecamatan dapat terbentuk sepenuhnya pada akhir November 2026 sehingga konsolidasi organisasi dapat berjalan lebih optimal.
Menurut Rio, penguatan struktur partai dan persiapan kader sejak dini diharapkan tidak hanya meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029, tetapi juga memperbesar peluang Hanura dalam kontestasi politik daerah berikutnya.