Hal senada dikatakan Marni, pedagang lainnya mengaku kenaikan harga tersebut berdampak pada daya beli masyarakat menjadi turun drastis.
Menurutnya, dampak dari kenaikan harga tersebut pembeli menjadi sepi sehingga omzet pedagang turun drastis dibandingkan saat harga normal.
"Biasanya ayam potong habis terjual 40-50 kg per hari. Namun, selama dua hari ini paling banyak 20 kilogram yang terjual," ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera bertindak untuk dapat menstabilkan kembali harga-harga kebutuhan pokok, termasuk daging ayam potong agar kembali normal.
Sementara, Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan (SSDP) Dinas Perdagangan Kota Palembang, Elsa Noviani secara terpisah mengatakan bahwa kenaikan harga daging ayam potong biasanya disebabkan meningkatnya biaya produksi di tingkat peternak.