NADIKABAR.COM — Pasar emas tengah bergejolak ditandai dengan harga emas spot ditutup di level US$ 4.184,8 per troy ons pada Selasa (29/9), naik 1,7% dari hari sebelumnya. Kenaikan itu terjadi setelah harga emas terpangkas 4,13% dalam sepekan dan 5,79% dalam sebulan.
CEO PT Invetra Teknologi Berjangka (Invetra) Jufri Ramadhan Sinurat, menilai kondisi ini menunjukkan pentingnya literasi keuangan sebelum seseorang mulai bertransaksi.
"Saat harga bergerak beberapa persen dalam hitungan hari, trader yang tidak paham risikonya paling mudah mengalami kerugian. Karena itu, Invetra mendukung edukasi yang mengajarkan cara membaca pasar, menetapkan batas kerugian, dan menyusun strategi sebelum bertransaksi." kata Jufri dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Pendiri Entry Exit, Indrawijaya Rangkuti memaparkan outlook pasar emas, membedah arah pergerakan emas dalam jangka pendek dan jangka panjang, serta menekankan pentingnya membedakan keduanya. Menurutnya, fluktuasi harian tidak selalu mencerminkan tren besar, sehingga trader perlu menyesuaikan strategi dengan jangka waktu transaksi yang dipilih.