Lebih lanjut ia memproyeksikan gejolak harga minyak mentah dunia akan sangat terbatas dalam beberapa waktu ke depan mengingat bagaimana Rusia akan mulai kembali memasok bahan bakar diesel ke pasar internasional. Atas dasar ini ia memperkirakan WTI akan diperdagangkan antara US$ 90 hingga US$ 100 per barel.

"Namun, ekspektasi bahwa peningkatan ekspor diesel Rusia akan mengurangi ketatnya pasar kemungkinan akan membatasi pergerakan harga yang tajam ke arah mana pun," jelas Kikukawa.