NADIKABAR.COM — Harga minyak dunia sempat menembus level US$ 104 per barel pada perdagangan Senin (21/9) kemarin. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mewaspadai kondisi ini dapat berdampak pada neraca perdagangan Indonesia.

Budi mengatakan kondisi pergerakan minyak dunia ini berada di level yang sama pada April-Mei lalu. Ia berharap gejolak harga minyak ini tak berdampak pada defisit neraca perdagangan.

"Memang kemarin sempat harga minyak naik lagi seperti pada bulan April-Mei kalau nggak salah. Ya, harapan kita, yang kita lakukan adalah bagaimana ekspor kita terus meningkat, karena jangan sampai defisit minyak ini nanti mempengaruhi surplusnya nonmigas," ujar Budi saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 120 juta pada Juli 2026. Surplus neraca dagang ini terjadi usai defisit selama dua bulan berturut-turut pada Mei dan Juni.