Meski mengalami lonjakan tajam, Bahlil menyampaikan bahwa secara rata-rata sejak awal tahun hingga Oktober, harga ICP nasional masih berada di kisaran US$ 91 hingga US$ 92 per barel.

"Tapi rata-rata sampai dengan dari Januari sampai dengan bulan Oktober sekarang, ICP kita di angka US$ 91 sampai dengan 92 per barel," jelas Bahlil.

Seiring dengan lonjakan harga minyak mentah dunia tersebut, Bahlil memastikan pasokan dan ketahanan cadangan BBM di dalam negeri tetap terkendali. Di mana ketahanan stok nasional untuk BBM jenis Pertalite saat ini dijaga di kisaran 16 hingga 20 hari.