Seneta dan petani di Nusa Lembongan menjadi saksi hidup kejayaan budi daya rumput laut di pulau tersebut. Pada 1980-an, Nusa Lembongan pernah menjadi sentra penghasil rumput laut terbesar di Bali.

Namun, seiring waktu, pariwisata berkembang pesat pada sekitar 2010 dan menggerus menyulap tambak-tambak rumput laut menjadi tambatan kapal pesiar yang membawa jutaan wisatawan.